Nimba (Azadirachta indica), tanaman asal India
masuk ke Indonesia sejak zaman penjajahan belanda. Semula ditanam didaerah
perkebunan diduga bertujuan untuk menguranggi serangga hama. Sebagai pohon
dengan tajuk membulat sampai memeberi naungan yang teduh dibawahnya, nimba
banyak ditanam ditepi jalan-jalan kota maupun pantai yang panas kering di
daerah jawa.
Ketersediaan nimba
sebagai pestisida cukup potensial. Dari luas lahan satu hektar aka diperoleh 40
ton biomassa kering pertahun dan 25 % diantaranya ialah buah yang diketahui
banyak mengandung senyawa azadirachtin komponen paling berpengaruh terhadap
organisme penganggu tanaman. Kayunya dapat dijadikan bahan baker dan pada musim
kemarau daunya bisa digunakan sebagai pakan ternak.
POHON NIMBA
Pohon nimba bisa mencapai tinggi 20
m, dengan garis tengah mencapai 1 m. Batang tegak, berkayu, berbentuk bulat,
permukaan kasar, percabangan simpodial, dan berwarna cokelat. Daun majemuk,
letak berhadapan, berbentuk lonjong, tepi bergerigi, ujung lancip, pangkal
meruncing, panjang 5-7 cm, dan berwarna hijau. Bunga majemuk, berkelamin dua,
letak diujung cabang, tangkai silindris, 8-15 cm. Benang sari silindris putih
kekuningan . Buahnya buah batu, seperti langsat tapi kecil-kecil panjangnya
sekitar 1 cm dan berwarna putih.
SEBAGAI PESTISIDA
Bagian senyawa nimba yang
mengandung senyawa aktif yang bersifat sebagai pestida terutama adalah pada
biji dan daun. Kandungan pada biji lebih banayak dibandingakan dalam daun. Ada
20 lebih senyawa aktif yang terkandung didalamnya, yang berfungsi sebagai
pestisida meliputi azadirachtin, meliantriol, salanin, nimba dan nimbidin.
Senyawa aktif tersebut tidak
langsung membunuah setrangga, meskipun pada tahap berikutnya mampu
mengendalikan antara lain:
- menolak serangga makan.
- memblokir proses ganti kulit.
- menghambat perkembangan telur, larva ataupun pupa.
- menggaggu proses komunikasi kawin.
- mencegah betina meletakan telur.
- membuat serangga mandul.
- meracuni larva dan dewasa.
Nimba mampu mengendalikan sekitar 127
jenis hama dan mampu berperan sebagai bakterisida, fungisida, nematisida dan
virisida, serta moluscatisida.
Keunggulan pestisida nabati adalah
tidak membunuh musuh alami, aman untuk mamalia, burung dan manusia. Kelebihan
lain gampang terurai sehingga tidak menimbulkan mutasi dan resistensi.